Michael Bolton Tunda Rilis Duet dengan Agnes Monica

6/01/2011

Penyanyi Michael Bolton mengumumkan penundaan rilis proyek duetnya bareng penyanyi Indonesia, Agnes Monica di album Gems: The Duet Collection hingga bulan depan.

Hal tersebut disampaikannya melalui sebuah tulisan yang dimuat di blog situs resminya http://www.michaelbolton.com/profiles/blogs/said-i-loved-you-but-i-lied.

Meski begitu, Bolton berjanji akan segera merilis lagu ‘Said I Love You' dengan kemasan yang menjanjikan. Kata dia, single itu akan dimuat dalam album versi deluxe dari Gems: The Duet Collection, yang dirilis musim gugur tahun ini.

"Just finished mastering an awesome mix of 'Said I Love You...' with killer vocals from Agnes Monica.... I'm putting together a deluxe version of Gems, that will also include additional collaborations with other great artists, to be released internationally this Fall," tulis Bolton lewat blognya pada Jumat (13/5/2011) lalu.

Ditambahkan peraih tiga kali American Music Awards kategori penyanyi pop/rock pria terfavorit itu, penundaan dilakukan karena proyek bareng tersebut belum siap dirilis pada Juni.

Masih dalam blognya, peraih Grammy Awards tahun 1990 dan 1992 ini mengungkapkan bahwa dirinya cukup puas dengan hasil duetnya dengan Agnes. "It's such a great track (one of my favorites!) that there is no way I'm not goting to share it with you," tanggapnya.

Meskipun dirilis lebih lama dari jadwal yang ditentukan semula, Bolton tetap yakin album deluxe-nya itu memang layak ditunggu. "I know that will mean asking you to wait a little bit longer to hear it. But, I can assure you it's worth the wait and I will find a way to give you a listen or two in the meantime," sambungnya.

Dalam sebuah kesempatan berbeda, Agnes juga mengamini penjelasan Bolton tersebut. "Untuk proyek duet bareng Michael Bolton akan dirilis sebentar lagi, sekitaran fall tahun ini. Dia sudah memberikan konfirmasi kenapa album kali ini enggak ada aku.

Untuk info lebih lengkapnya bisa dicek di situsnya," terang Agnes ditemui di kawasan Kemang, Jakarta.
Source

Read More==>

Meski Dibayar Mahal, Rio Dewanto Tolak Film Horor Berbau Seks

Rio Dewanto
Nama Rio Dewanto semakin dikenal saja, terlebih lagi aktor yang dijuluki sebagai 'Raja FTV' ini baru saja terlibat di film '? (Tanda Tanya)' arahan Hanung Bramantyo. Bukan itu saja, wajah oriental, kulit coklat serta koleksi tato di tubuhnya, membuat banyak orang yang penasaran dengan sosok Rio Dewanto, khususnya para wanita. Apalagi jika melihat Rio Dewanto bertelanjang dada memamerkan tato di tubuhnya, para perempuan pasti dibuat ser-seran melihatnya.

Semakin populer nama seorang artis, tentunya semakin tinggi juga penghasilan yang didapatnya. Namun buat Rio Dewanto, uang bukanlah tolak ukur dan prioritasnya untuk berkarya. Ditengah maraknya perfilman Indonesia yang didominasi oleh film-film horor yang dibumbui adegan seks serta menjual sensualitas, Rio Dewanto mengaku sama sekali tak tertarik jika ditawari bermain di film seperti itu, walaupun dibayar mahal.

Menurut kekasih Atiqah Hasiholan ini, yang menjadi nomor satu baginya adalah karya, bukan uang. Jadi walaupun diberi honor tinggi untuk membintangi film horor esek-esek, Rio Dewanto pasti akan menolaknya. "Gue nggak mau, karena uang buat gue bukan masalah, nomor satu buat gue itu karya," ujarnya saat ditemui di pembuatan video klip Debra, di Plaza FX, Senayan, baru baru ini.

Pemeran tokoh Ping Hendra di film '? (Tanda Tanya)' ini memiliki alasan menolak film horor yang dibumbui adegan ranjang. Menurutnya film horor itu jauh dari realita kehidupan. Pemilik tato ular ini tak mau membohongi penonton lewat film horor. "Menurut gue nggak ada bagus-bagusnya juga karena bohongin orang, emang loe pernah lihat kuntilanak? Nggak pernah kan jadi ngebohongin orang aja itu film (sejenis itu)," jelasnya.

Rio Dewanto pun menyayangkan produser film yang hanya berpatokan pada keuntungan semata. Menurutnya, film horor berbau seks saat ini benar-benar hanya menjual keseksian tubuh dan adegan vulgar dibanding isi cerita. "Itu buat jualan banget. Produser bikin mindset penonton itu 'Gue masuk bioskop bisa plus nonton gambar begituan'. Nah itu mesti di hilangkan hal-hal seperti itu menurut gue," tandasnya. Bisakah para produser film Indonesia melakukannya?
Source

Read More==>

 
 
 
 
Copyright © Bloggitok